Terapi farmakologi untuk inflamasi
1. Golongan kortikosteroid
· Deksametason
· etametason
· Prednison
· Hidrokortison
· Metil Prednisolon
2. Golongan analgetik antiinflamasi non steroid ( AINS )
· AINS : obat-obat yg memiliki efek analgesik dan efek anti inflamasi
· Dibagi dalam 5 kelompok:
a) Derivat Fenil Asetat
· Diclofenac, Indometasin, Sulindak
· Diclofenac :
ü anti radangnya paling kuat
ü efek samping ringan
ü untuk segala macam nyeri. Migrain dan encok
· Indometasin :
ü analgetik & anti radang sama kuat dengan Asetosal
ü sering untuk encok akut
ü efek samping gangguan lambung, pendarahan tersembunyi, pusing, tremor
b) Derivat Asam Propionat
· Ibuprofen , Ketoprofen, Naproksen, Flubiprofen, Tiaprofenat
· Ibuprofen
ü Anti inflamasi,analgesik, anti piretik
ü Efek samping lebih kecil dari AINS yg lain
ü Anti inflamasi lemah sehingga kurang sesuai untuk peradangan hebat
c) Derivat Oxicam
· Piroxicam,Tenoxicam,Meloxicam
· Anti inflamasi, anti piretik dan analgetik yg kuat
· Untuk melawan encok
· Efek samping pendarahan pada lambung usus
d) Derivat Prazolon
· Fenilbutazon, Azapropazon
· Fenilbutazon
ü Antiflogistik yg lebih kuat daripada analgetiknya
ü Untuk obat rematik seperti halnya Oksifenilbutazon
e) Lain –lain : Mefenaminat, Benzidamin dan Bufecxamac